Resensi Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi

www.instagram.com/chosi17

Diceritakan dalam kisah sebelumnya di buku Seri Pertama Matara berjudul Mata di Tanah Melus, Matara akhirnya gagal masuk ke sekolah impian. Ia kemudian pindah ke Pulau Gapi di wilayah timur laut kepulauan Indonesia. Kepindahannya ini mengantarkan Matara menyusuri tempat-tempat baru yang belum dikenalnya. Hingga membawanya menyusuri waktu dan menjelajahi masa lalu.
Cerita berawal ketika suatu subuh, Matara pergi meninggalkan rumahnya tanpa pamit. Tanpa ia sadari, ia diikuti oleh seekor kucing hitam. Seekor kucing yang tidak biasa. Seekor kucing yang mampu berbicara seperti manusia. Aneh memang. Dan keanehan kucing tersebut tidak hanya sebatas itu saja. Apa saja keanehannya yang lain? Silakan baca novelnya.
Kejadian demi kejadian ganjil dialami oleh Matara bersama si Kucing hitam yang memperkenalkan dirinya sebagai Molu. Termasuk mengapa si Kucing tidak pernah menua dan tidak mati seperti binatang yang lain. Bersama si Kucing, Matara menjelajahi seluruh wilayah Pulau Gapi. Termasuk benteng-benteng peninggalan Bangsa Portugis dan kerajaan milik Sultan di Pulau Gapi.
Petualangan Matara bersama si Kucing akhirnya mempertemukan mereka dengan seekor laba-laba yang aneh. Laba-laba yang bisa menulis. Seekor laba-laba yang memiliki tugas khusus menjaga benteng-benteng peninggalan Sultan. Laba-laba yang telah bereinkarnasi dan memiliki racun mematikan. Laba-laba yang tidak bisa ditembus oleh peluru senapan. Aneh sekali. Tapi justru hal-hal aneh inilah yang membuat novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi menjadi menarik.
Sepanjang jalannya cerita, novel setebal 251 halaman ini dituturkan dalam bahasa yang renyah dan mudah dipahami oleh pembaca setingkat usia SD kelas IV keatas. Sebab ada beberapa kata / istilah baru yang dimasukkan kedalam cerita. Namun itu tidak mengurangi kenikmatan membaca. Justru dengan istilah tersebut, wawasan anak-anak akan bertambah.
Novel ini mengambil setting cerita dengan berlatarbelakang sejarah Bangsa Portugis, yakni masa ketika kapal-kapal besar pertama kali mendarat dan menjadikan Pulau Gapi sebagai salah satu pusat dunia perdagangan rempah-rempah. Bagaimana keadaan Pulau Gapi waktu itu, keadaan masyarakatnya dan tradisinya. Semua bisa kita dapatkan dalam novel ini. Menarik memang. Sebab selain mendapatkan hiburan, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Bangsa Indonesia di masa lalu. Sejarah Pulau Gapi. Pulau yang gambarnya terdapat di lembaran uang kertas seribuan. Dimana uang kertas seribuan tersebut sudah sangat langka kita temui.
Meskipun novel ini bertemakan cerita imajinasi anak-anak, orang dewasa pun bisa mencoba untuk membacanya. Namun saran saya, nikmatilah novel ini dari sudut pengetahuan didalamnya. Sebab secara alur dan konflik, novel ini memiliki khas anak-anak sekali. Jauh dari alur dan konflik yang kita temui di novel-novel dewasa. Singkat cerita, novel ini sangat bagus untuk pembaca anak-anak namun tidak rugi jika orang dewasa membacanya.
Selamat menikmati petualangan Matara di Pulau Gapi. Selamat menikmati keganjilan-keganjilan di Pulau Gapi. Seperti kata Molu si Kucing :”Bom Dia…”

Salam….

Judul Buku : Mata dan Rahasia Pulau Gapi
Terbit : 2018.
Hal : 251 halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *