Resensi Novel “Kronik Burung Pegas” Jilid I

7

Kronik Burung Pegas Jilid I : Si Murai Pencuri.

Toru Okada dan Kumiko menjalani kehidupan rumah tangga yang tenang dan bahagia selama enam tahun. Lalu kucing mereka tiba-tiba menghilang. Sederet hal-hal ganjil mulai terjadi: perempuan aneh yang mengajak phone sex, gang yang tidak punya pintu masuk dan pintu keluar, peramal yang selalu mengenakan topi vinil merah, rumah mewah tak berpenghuni dan sumur kering di halamannya, penatu misterius yang hobi mendengarkan musik serta suara burung pegas dari halaman tetangga. Di tengah perjalanan Toru Okada mencari kucing, ia bertemu hal-hal ganjil dan orang-orang aneh. Ia juga terseret kedalam petualangan menghadapi kekuatan gelap yang sedang menggeliat.

Didalam novel Kronik Burung Pegas Jilid I ini terdapat 13 bagian cerita yang terasa ganjil. Ganjil dalam arti unik. Menarik untuk diikuti di setiap bagian ceritanya. Seperti dalam dua bab pertama yang menceritakan kisah wanita misterius yang menelepon Toru Okada hanya untuk mengajaknya bercinta lewat telepon di siang hari saat Toru memasak mie.

Bab kedua berisi tentang cerita kuda yang mati didalam kandangnya saat bulan purnama tiba. Entah mengapa kematian kuda ini dihubungkan dengan pola menstruasi istri Toru Okada.

Bab keenam hingga kedelapan novel ini merupakan bagian paling menarik dalam novel “Kronik Burung Pegas Jilid I” ini. Didalam enam bab pertama novel ini menceritakan sosok wanita bernama Kreta Kano. Wanita peramal yang membantu Toru Okada mencari kucingnya yang hilang. Alih-alih menemukan kucing itu, kehidupan Toru Okada makin terasa ganjil. Ramalan Kreta Kano terasa sangat nyata bagi Toru Okada. Ramalan wanita itu akhirnya terbukti setelah ia menemukan dasi polkadot miliknya yang telah hilang hampir setahun lamanya di sebuah penatu. Pencarian Toru Okada akan kucingnya yang hilang, akhirnya mengantarnya bertemu dengan Mei Kasahara. Seorang gadis aneh lulusan SMA yang bekerja paruh waktu sebagai penghitung laki-laki botak di jalanan. Dari perkenalannya inilah Toru Okada akhirnya mendapatkan pekerjaan sambilan.

Di akhir bab dalam novel ini ditutup dengan cerita Letnan Mamiya. Cerita seorang letnan yang sedang bertugas di Manchuria sebagai Letnan Angkatan Darat. Cerita tentang empat orang yang berusaha melewati perbatasan manchuria namun berakhir tragis. Salah satu dari mereka dikuliti hidup-hidup hingga meninggal kehabisan darah.

Dalam novel setebal 925 halaman ini kita akan mendapatkan 3 bagian utama. Yakni Jilid I hingga Jilid III. Kali ini saya mencoba meresensi jilid I terlebih dahulu.

Membaca Novel Kronik Burung Pegas ini terasa sangat menyenangkan. Dimulai dengan Jilid I yang berisi 13 bab, kita akan dibawa pada dunia aneh Haruki Murakami yang melukiskan kehidupan dunia seperti pegas yang diputar oleh Burung Pegas. Menurutnya, ketika Burung Pegas berbunyi, saat itulah pegas kehidupan sedang berputar dan berganti. Dan kenyataannya memang demikian. Kehidupan tokoh utama dalam novel ini berputar-putar secara aneh. Dimulai dari perkenalannya dengan wanita yang mengajak phone sex, pertemuannya dengan gadis SMA yang aneh hingga mengantarnya pada pengalaman seorang letnan di masa lalu. Sangat kompleks.

Dalam membaca novel ini kita harus bersabar agar bisa mencerna rajutan cerita-cerita didalamnya. Jika kita tidak memahami baik-baik, benang merah dalam cerita Kronik Burung Pegas Jilid I : Si Murai Pencuri tidak akan kita dapatkan. Yang ada malah kita akan dibuat bingung oleh jalan cerita didalamnya. Tentunya, bagi penggemar novel Haruki Murakami seperti saya, novel ini sangat menarik. Karena dituturkan dengan gaya bahasa yang tidak biasa dan alur cerita yang sangat unik dan menarik untuk diikuti.

Saya merekomendasikan novel ini untuk pembaca yang menyukai cerita-cerita absurd dan tidak masuk di akal. Karena seperti kita tahu bahwa dunia yang diciptakan oleh Haruki Murakami dalam setiap novelnya adalah dunia yang absurd dan ganjil. Dan disitulah letak ciri khas seorang Haruki Murakami.

Salam…

Judul buku      : Kronik Burung Pegas.

Terbit               : Tahun 2019.

Tebal               : 925 halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *